RESENSI NOVEL ‘’CATATAN JUANG’’

RESENSI NOVEL ‘’CATATAN JUANG’’ Karya Fiersa Besari Unsur Instrinsik:
1. Judul buku : Catatan Juang
2. Penulis : Fiersa Besari
3. Penerbit : Mediakita
4. Tebal buku : 303 halaman
5. Tahun terbit : 2017
6. Genre : fiksi
7. ISBN : 978-979-794-549-7

       Dalam sebuah perjalanan, biasanya dijumpai hal-hal unik. Seperti orang-orang keren yang memiliki sepak terjang lebih jauh. Selalu menemukan hal itu yang erat kaitannya dengan diri kita sendiri. Suar, seorang gadis dengan status jebolan mahasiswa DKV ini menemukan sebuah buku catatan merah di angkutan umum. Buku yang tanpa nama itu mengandung isi yang lebih bermakna dalam bentuk tulisan. Tulisan-tulisan itu seakan hidup dalam diri suar. Sebagai inspirator dalam kehidupan pribadi Suar. 
          Namun ia tak tahu milik siapa buku itu. Pada halaman pertama dalam buku bersampul merah itu tertulis, “Seseorang yang akan menemani setiap langkahmu dengan satu kebaikan kecil setiap harinya. Tertanda Juang”. Tentu saja tulisan di dalamnya selalu membersamai Suar. Suar adalah seorang karayawan di bagian sales asuransi di Jakarta. Pada saat itu ia memutuskan untuk berhenti menggapai cita-citanya yang menjadi seorang sineas. Karena harus membantu perekonomian keluarganya. Dan pada saat itu ayahnya yang sudah sakit-sakitan. Di temapat kerja tersebut ia mengagumi seseorang bernama Ricky. Sampai akhirnya menjalin suatu hubungan pacaran. Namun hubungan mereka kandas karena seorang Bela yang mengalihkan perhatian Ricky. Perbedaan pribadi yang sangat jauh anatar Bela dan Suar, hingga Ricky memutuskan kembali pada Suar. 
     Dalam situasi yang tidak mengenakan ini, dan ambisi Suar menjadi seorang sineas kembali membara oleh asupan motivasi dari buku bersampul merah. Suar mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ia kembali ke kampong halamannya dan membuat suatu project berupa film documenter yang mengangkat cerita kehidupan petani didesanya. Akbibat adanya pabrik semen di Desa Utara, sehingga masyarakat khususnya petani merasa resah akan kehadiran pabrik tersebut. Bagaimana tidak, lokasi pabrik dilahan pertanian, selain meningkatkan ekonomi pemiliknya, tetapi merusa ekosistem yang ada. Alam yang indah kian punah terkikis oleeh keperluan kapitalis. Film documenter pertamanya diberi judul “Ekonomi Merusak Ekosistem”. Suar bekerja sama bersama Eli dan Fajar. Mereka melombakan karyanya ke event Festival Film Pendek. Namun gagal menyabet juara. Hal ini membuat pesismis jiwa Suar. Maka ia kembali lagi untuk membaca buku catatan juang tersebut. Film documenter tersebut unggah ke media sosial. Yang banyak menuai komentar positif maupun negatif. Pada saat ini peran media sosial merubah karakter dalam diri setiap orang yang mengenakannya. 
            Kadang karkater sesorang di media sosial akan lebih interaktif dan begitu menyenangkan sekaligus menyeramkan (tidak seperti karakter natural). Sedangkan karakter natural ini terlihat jelas apabila kita bertatap muka langsung. Buku yang menceritakan berbagai aspek percintaan, sosial dan lingkungan,serta perubahan zaman dan sudut pandang ini, menyuguhkan secara lengkap bagaimana paradigma perubahan soerang manusia, menjadi manusia modern ini.
             Sadarilah, semakin dewasa kita, semakin bijaksana pula bagaimana kita menilai sesuatu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Station Hall

Review Buku : Selamat Tinggal - Tere Liye