Dedek
Dunia anak-anak
adalah bermain. Bermain adalah aktivitas dalam kehidupan anak-anak, karena
bermain itu menyenangkan dan bikin bahagia. Dalam bermain anak-anak dapat mengembangkan
potensi dirinya, mengenal lingkungannya, bisa bergaul dan berkomunikasi.
Dalam bermain
tidak selalu baik-baik saja, pasti ada pertengkaran diantaranya lalu semenit
kemudian baikan lagi. Alamiahnya begitu. Anak-anak yang polos, lucu, imut,
ceria, lincah, dan menggemaskan. Namun, ketika anak-anak hilang keceriannya,
kelincahannya, tak lagi mau becanda, sungguh sangat sayang.
Tentang kisah
anak-anak yang rekamnya sangat kuat dalam ingatanku.
Pada awal
bulan Maret 2015, adik sepupuku lahir. Seorang bayi perempuan, Alhamdulillah. Setiap
pulang sekolah aku mampir ke RS, Cuma sebentar selain itu disuruh pulang ke
rumah lebih cepat, jagain si adik yang sementara diasuh bibi satunya. Pas malemnya
ditengah malam si adik lilir sambil bergumam, kayak gak nyenyak dari tidurnya,
pikirku. Terus anak yang lagi lilir itu aku gendong biar menenangkan,
perkiraanku.
“kunaon
ai kamu? Keur lilir etamah,”
“atuh
reuwas, bisi kunanaon”.
si
adik-adik sepupu, yang setiap harinya selalu mewarnai hariku, mengasuhnya, main
di taman, yang gangguin dengan ikut-ikutan nonton leppi dan tangannya gak
pernah diem buat nyentuh keyboard walhasil kita nyelfie daH.
Anak-anak
yang suka cari perhatian dan menginginkan main ke luar, jalan-jalan atau
sekedar makan, biasanya pergi dianatara tempat-temapat ini PVJ, ciwalk, hokben,
setiabudimart, pzzht, istana plaza, BIP and other. Ketika ku tak mau ikut,
karena mepet pulang ke rumah tiba-tiba langsung persiapan untuk keluar lagi. Waduh,
sangat hoream di jalannya, dan mereka selalu ingin ditemani. Baiqlha. Pada saat
usianya 2,5 tahun dan teh in-in 6,5
tahun, aku memilih untuk merantau ke Semarang. Jadi kita Cuma bertemu pas
liburan semester.
Biasanya ketika
main ke Lembang aku membawa rengginang dan telor puyuh kesukaannya. Ya sambil
mengupas telur mereka rebutan bercerita tentang segala hal. suasana ini lebih
menghangatkan dari pada dinginnya udara lembang menuju malam hari.
libur semester bulan agustus 2019 ternyata itu terakhir kita main bersama.
*ini udah pergantian hari ternyata. kumau meredakan cenat-cenut pusing kepala. ini belum selesai diceritakan, namun setidaknya ku telah meluapkan isi pikiranku yang membuat amygdala (pengatur perasaan) tak menentu. pada intinya menulis dapat mengurangi emosi, maka menulislah. writing can heal. :)
Komentar
Posting Komentar