Profile Photo
Foto-foto adalah
kegiatan untuk mengabadikan setiap momen dan objek lainnya. Begitupun dengan kebiasaanku
yang suka motret berbagai hal. mungkin
saja kebiasaan ini tumbuh mulai dari waktu kecil aku meniru bibi foto-foto. Namun
factor paling kuat karena ini jamannya kecanggihan teknologi yaitu kamera
ponsel yang bermega pixel tinggi.
Kebiasaan foto ini Pas jamannya
SMP aku anaknya suka banget jeprat-jepret motret. Tak ketinggalan selfie selalu
jadi nomor satu. Lalu hasil jepretannya langsung di upload di media sosial. Aku
memandangnya ini adalah ke narsisan yang hakiki bagi seorang ABG yang baru
pegang handphone. Ditambah adanya fasilitas media sosial yang booming banget
pada jamannya. *kalo dulu aja udah seneng nyelfie, apa kabar sekarang?* Apalagi
saat ini teknologi semakin canggih dilengkapi fitur-fitur unik dan filter yang
bagus. Kesannya glowing in the dark, pokoknya jadi bening dan kece deh kalo
pake filternya. Wqwq.
Seiring berjalannya waktu, aku
agak mengurangi kebiasaan berswafoto a.k.a nyelfie, mengunggah foto diri
sendiri ke media sosial, kalo foto yang rombongan se RT bisa aku unggah tanpa
tapi (biar aku enggak terlalu terlihat aja). Tapi Aku hanyalah hamba yang
memiliki sifat alami manusia yaitu ingin eksis. H3h3.
Ketika narsismenya muncul
dibenakku sehingga aku ingin mengabadikan momenku lewat foto, via ibu yang
motretinnya. Seraya ibu berseru, “udah jangan foto-foto terus kan udah banyak
foto mah!”. Seruannya yang selama ini kuanggap lembut ternyata warning! Ternyata
ibu sering berdiskusi sama bapak tentang kebiasaan foto-fotoku ini. *baru tau
hamba setelah cerita ada yang notif semacam ini*.
Jadi cerita di notifikasi
tersebut sudah seminggu yang lalu. Ketika sedang gencar-gencarnya ngadain
kajian online yang berbasis whatsapp (kawat). Tentu saja aku sudah join di WAG,
tiba-tiba ada notifikasi dari nomor asing, yang isinya menyeruku untuk “mengosongkan
foto profil bahaya kalo banyak cowok yang ngechat panjenengan nanti”. Ya ampun
ada orang yang ngejapri macam ini dari WAG, aku tiba-tiba sedikit kesal. Karena
setelah aku cross check kembali di dalam wag tersebut banyak yang menggunakan
swafoto. Apakah orang yang ngejapriku itu ngejapri orang-orang di wag juga? Entahlah.
Tentang wa kadang menjadi drama
pada setiap fiturnya yang biasanya orang amati secara tidak sengaja. Seakan-akan menjadi
sesuatu yang patut untuk di pertanyakan. Sempat heran, tapi nyata adanya. Salah
satunya adalah foto profil, ada beberapa yang menyampaikannya padaku. Foto profil
memang sering ku ganti, karena memang ingin ganti foto aja. Terlepas dari itu
aku menganggapnya updatean tanpa mengepost di timeline atau sw.
Namun bagi
beberapa orang tidak sepakat akan hal itu. ada seseorang yang tak membiarkanku
ngeksis di foto profil. biarkan foto profil gak usah ganti-ganti terus, apalagi
foto diriku sendiri. Mungkin ia membolehkan pake fotoku sendiri asal enggak
ganti terus. *padahal stok foto profil cuma itu-itu aja, gak ada yang lain*. Tiba-tiba
ia mengirimkan foto dirinya sebagai bentuk rekomendasinya untuk dijadikan foto
profilku. *Wqwq aneh-aneh aja. Mungkin saking keselnya sama aku, wqwq maapkan
aku yang bandel ini*. Entah apa alasannya melarangku seperti itu. tapi aku
anaknya ingin eksistensi juga, manusiawi bukan?
Semuanya ada alasan tertentu dan
melalui meraka adalah pengingat untukku *mengertilah ilma*. Baiklah, Kali ini
aku akan mencoba untuk tidak semudah itu mengganti foto profil dan jarang
menampilkan foto diriku di media sosial.
Komentar
Posting Komentar