Antara Kutoarjo dan Bandung
Melihat lebih jernih,
Dibawa santai aja,
Belokan cuma ada dua kiri dan kanan,
Berjalan pada alur yang lurus,
Inget tujuan awalnya,
Bumi ini milikNya, jadi dimanapun kamu berpijak, tenang, ada Ia yang selalu bersamamu.
Menuntun langkah-langkah, meyakinkan diri, kala kalut maupun semangat.
Menguatkan hati yang rapuh.
Perjalanan di kota yang baru pertama kali kuinjakan kaki ditanahnya, sungguh terlalu asing. Ku beradaptasi seketika, seakan-akan jalur yang sedang ditempuh selalu ku lewati setiap hari, agar bisa membunuh rasa takut.
Alhamdulillah,
Ada orang-orang baik yang sampai mengantar ke stasiun yang ada di depan mata jaraknya sekitar 100 meter.( Mbaknya itu dijemput ibunya. Hi betapa so sweetnya). Heran mbaknya kenapa gak takut sama wajah saya yang lebam matanya terlihat belum mandi juga. Padahal memang belum mandi, gak mungkin untuk mandi dalam kondisi yang berburu waktu dengan jadwal kereta. Mandi bukan hal penting lagi saat itu. Saya sungguh harus pulang ke Bandung.
Kumenatap stasiun Kutoarjo itu, salah satu stasiun besar. Sampai juga saya disini.
Menanti beberapa menit lagi melanjutkan perjalanan yang memakan waktu 8 jam.
.
.
.
.
*dilanjut esok hari, ku sudah ngantuks*
😁
Komentar
Posting Komentar