Menilik Pelita Indonesia Kita di Hari Pendidikan Nasional
Hardiknas yang menjadi perayaan tahunan tiap tanggal 2 Mei, semoga tidak semestinya sekadar perayaan. Mendengarkan riuh merdeka belajar yang kini digaungkan, namun tidak sampai ke penjuru negeri. Bahwa belajar di daerah yang biasanya mudah akses belajar dengan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan pembelajaran menjadi relatif sulit. Karena kini kita serentak menopang pembelajaran pada jaringan internet. Namun bagaimana di daerah 3T?
Saya
yakin semua guru-guru mengoptimalkan dan memberikan yang terbaik untuk
anak-anak didiknya untuk mendapatkan pembelajaran.
Pada hardiknas ini, secara berkesadaran perlu
dimaknai bahwa hakikatnya pendidikan adalah hak dari setiap orang. Tidak hanya
orang kaya dan memiliki status sosial saja yang berpendidikan. Pernahkah anda
mendengar stigma demikian, “ada anak orang kaya tetapi memilih tidak bersekolah,
padahal anak orang tidak mampu saja mau bersekolah”? sering mendengar stigma
tersebut, membuat saya tertohok. Pandangan seperti itu benar adanya. Namun
sekali lagi, pendidikan itu hak asasi setiap warga negara.
Saya selalu menaruh kagum, bangga sekaligus merinding
pada perjuangan orang yang mengusahakan anak-anaknya dapat mengenyam
pendidikan. Usaha memperoleh pendidikan dengan jerih payah yang diperjuangkan
dan terbayarkan. Walaupun keterbatasan banyak menghalau, akan selalu ada jalan yang
ditemukan, misalnya beasiswa dan yang lebih utamanya adalah niat, niat mencari
ilmu dan belajar.
Tak ubahnya, pendidikan nonformal pun penting dalam
hidup yaitu membangun karakter dan pola pikir, seperti sosialisasi, sopan
santun, berinteraksi dengan manusia dan alam, membudayakan literasi dan
perkembangan ilmu pengetahuan. Pada bulan Ramadhan ini penuh dengan pendidikan
karakter yang mengedukasi pada kesabaran, menempa empati dengan merasakan apa
yang orang lain rasakan seperti rasa lapar, mengendalikan diri, dan lainnya.
Sejauh ini kita sadari, sudahkah memperoleh
pendidikan yang layak, dan kita bersyukur setiap ilmu yang diperoleh?
Para pejuang peradaban,
selamat hari pendidikan nasional.

Komentar
Posting Komentar