Kumpulan Puisi Anak SMP-SMA

 #1 RUANG ORANG

Kata numpang beda sekali dari arti ke keluargaan

Simbiosis mutualisme yang kerap terjadi

Harus selalu berlansung

Kau diuntungkan maka mereka di bantu

Sejuta bintang yang cahayanya kian pudar

Seperti numpang hidup bersama orang

Kalau merasa teguran marah itu menyakitkan

Apakah lebih berat hnya didiamkan?

Diamm seribu bahasa

Tanda tak peduli lagi

Hak kebebasanhanya ada pada tangan kita

Kita otak dari semua perjalanan hidup ini

Kalau ada yang bertanya

“apa tujuan hidupmu?”

Kala itu aku berteriak di relug hatiku

Hidup ini “semau gue!”

Toh di parlemen saja runtut pada aturan yang dikuasainya

Kuat dalam ketidak tahuan banyak orang

Diantara gedung-gedung itu

Kemanakah negara ini di bawa

Mereka sama, berteriak

“semau gue!”


Lembang, 2 Agustus 2017

DN-

 


#2 KAKEK DI PELATARAN RUMAH

Ketika pagi yang disisakan hujan semalam

Ada teh pahit dan radio yang selalu menemani harinya

Minum teh sambil diberi asupan informasi mengenai obat-obatan herbal

Dari siaran radio itu,

Iklan obat yang memikat hati lebih mujarab ditukar dengan uang

Ya sering mencari obat untuk kesembuhan tubuhnya

Kakek yang renta itu masih duduk di pelataran rumah bercat kuning

Sesekali masuk ke rumah dengan langkah yang gontai

Badan yang telah membungkuk tapi kuat masih kuat

Sejuta cerita masih terlihat jelas dalam memorinya

Waktu remaja ia berjelajah mengitari gunung

Bertahan hidup di gunung, berkelana nun jauh 

Masih saja menyimpan cerita yang terus mengisi hari senja

Aku terpana mendengarkan cerita kakek

Sumber sejarah itu adalah kakek dan nenek jaman sekarang


Lembang, 2 Agustus 2017

DN-

 

#3 NUN DISANA

Ada banyak tempat-tempat indah di dunia

Bolehlah aku beberapakali sampai kesana

Sering kali pun boleh

Sampai lupa akan pulang ke rumah, ke kampung halaman

Biarkan rindu ini merajalela berkuasa dalam diri

Bagiku tempat yang paling nyaman itu rumah

Namun rumah kali ini telah menjelema

Jadi tempat yang pertamakali dikunjungi dengan waktu singkat

Tapi hatiku selalu saja tertinggal disana

Harus ingat perjalanan ini masih panjang 

Ada banyak negara yang berkeunikan masing-masing yang belum dikunjungi

Royal sekali ini menghabiskan banyak uang

Uang melayang-layang seiring kebebasan

Aku seperti latah dari makhluk yang duduk di parlemen

Bahwasannya mengatur hidup disana itu berlandaskan “semau gue!”

Berkelana jauh sendirian

Sangat mengerikan untuk seorang gadis

Kalau aku lelaki aku akan pergi kemanapun

Biar liar tapi baik, tapi asyik,

Kalau aku perempuan aku akan tetap pergi

Bersama teman-teman

Sungguh bagus ditemani sang pendamping


Brebes, 10 Agustus 2017

DN-

 

#4 VISI MISI

Tegur aku, tegurlah

Tegur aku secara langsung

Bukan umpatan yang tersembunyi

Atau sejenis sindiran yang seperti televisi di dalam bus yang melintas di pedalaman

Banyak yang memilih memejamkan mata atau pandangannya kemana-mana

 

Ah percuma

Tapi hati tak pernah terpejam

Serba salah kalau sudah begitu

Tujuannya bagus

Tapi misinya tergerus oleh kebosanan berceloteh

 

Aku ingin berdiri, duduk dibawah pohon beringin

Yang selalu diayomi

Di bangkitkan hidupnya

Perubahanku ini tak menendangmu

Biar alur berliku tapi lurus pada-Nya


Brebes, 10 Agustus 2017

DN-

 

#5 Maafkan Aku

Mengapa mata hatiku terpejam kala kau sedang susah

Bolehlah aku mengingat dunia bersamanya lagi

Ia setiap orang yang kau temui adalah guru.

Teman teman yang berlalu

Selalu ada untuk karirnya

Bukan untuk sahabat

Sahabat lain waktu sajalah

DN-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Station Hall

RESENSI NOVEL ‘’CATATAN JUANG’’

Review Buku : Selamat Tinggal - Tere Liye