Lebih dari Life is Choice

Rasanya kita sudah tidak asing dengan quotes ini, "life is choice". sering digaungkan ketika acara motivasi, misalnya. Hidup adalah pilihan, hak bagi setiap insan. Yang mana dapat memilih apa yang menjadi pilihannya. sejatinya kita merdeka untuk memilih. namun kita tidak merdeka atas konsekuensi dari setiap pilihan tersebut.

Disuatu siang yang terik saya pulang lebih awal dari kampus, saya mampir jajan batagor goreng. saat orangnya sedang menggoreng dan sayapun menunggu sambil menyerinyitkan dahi dan mata karena silaunya mentari. Lalu mata saya tertuju di perempatan jalan, ada sosok yang kukenali. Ia temanku yang weekend lalu kami janjian ketemu, tapi nggak sempet bertemu. Ingin teriak memanggil namanya, tapi... gak mungkin juga. jadi saya ambil hp untuk mengabarinya.

berawal dari, "aku melihatmu ke arah gps", Ia membalasnya seketika itu, "you dimana?". Jarak yang terpaut 50 meter saja, akhirnya kami bertemu dan mencari tempat sekenanya, di samping jalan gps. kami bercerita banyak hal dan tak lupa foto selfie berfilter cantik untuk mengabadikan moment long time no see ini. Walaupun di jalan yang tidak terlalu ramai tapi waswas ada orang yang melihat kami selfie, hehe jadi keki..

Cerita banyak hal itu dirangkum dalam tema besar yaitu life is choice. Selama ini apa saja yang sudah terjadi dalam hidup kita tentang rukun iman ke-6 yatitu qada dan qadar. Qada itu suatu ketetapan dari Allah SWT dan Qadar adalah takdir dari pilihan maupun dari ikhtiar kita berdasarkan pilihan hidup. Setiap pilihan ada jalan ceritanya masing-masing, dan itulah takdirnya. 

Dibalik pilihan itu sendiri akan selalu ada kejutan dan kesempatan yang patut disyukuri. menjalani setiap prosesnya dengan riang, ikhlas, dan niatkan semata-mata mencari ridho Allah SWT. ditengah jalan kerap merasa down, bahasa gaulnya jaman now mah, kena mental. Namun tak mengapa, itu adalah hal wajar. Dari sebuah film menyebutkan bahwa, orang-orang beriman itu hendaknya tawakal kepadaNya. kalau capek istirahatlah sebentar dan mengingat niat awal kita memilih pilihan ini. Selalu meluruskan niat untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Station Hall

RESENSI NOVEL ‘’CATATAN JUANG’’

Review Buku : Selamat Tinggal - Tere Liye